Cara Memprospek dengan Media Sosial untuk Merekrut Downline Baru

Memprospek dengan media sosial memang salah satu cara paling efektif saat ini. Wajar saja jika kini banyak yang beralih ke cara seperti ini. Namun hal yang cukup mengejutkan terjadi. Cukup banyak yang justru masih belum mendapatkan downline baru. Pastinya ada sesuatu yang salah dengan hal ini.

Jika memang ada yang salah, lalu pada bagian mana yang salah? Atau justru jangan-jangan apa yang Anda yakini selama ini sudah tidak relevan lagi jika diterapkan di era sekarang. Nah, untuk menjawab semua itu, mari kita keliti bagiannya satu persatu.

Kenapa Anda Masih Belum dapat Downline?

Downline adalah hal yang sangat penting dalam bisnis MLM. Itulah kenapa Anda dituntut untuk merekrut downline sebanyak-banyaknya. Sayangnya merekrut downline baru bukanlah hal yang mudah dilakukan. Buktinya masih banyak yang belum berhasil merekrut downline meskipun sudah cukup lama bergabung di bisnis MLM tertentu.

Nah, kini banyak yang mencoba memilih strategi baru untuk merekrut downline. Banyak yang mencoba memprospek dengan media sosial. Salah satu media promosi yang kini menjadi pilihan banyak orang untuk promosi. Termasuk dalam mempromosikan bisnis MLM-nya.

Nah, yang harus digaris bawahi dalam hal ini adalah media yang digunakan sudah benar. Namun yang menjadi janggal adalah kenapa belum juga berhasil merekrut downline baru? Padahal dikatakan jika media sosial adalah media promosi paling efektif untuk saat ini.

Sekarang coba Anda ingat lagi apa yang pertama diajarkan ketika baru bergabung di bisnis MLM. Utamanya pelajaran mengenai cara merekrut downline baru. Dan rata-rata para leader memberikan pengarahan jika Anda harus step by step saat melakukan perekrutan.

Nah, sekarang ingat kembali seperti apa urutannya. Apakah urutannya Produk > Perusahaan > Diri Sendiri? Dan rata-rata para leader akan memberikan arahan seperti itu. Sebab memang itulah strategi yang umum dilakukan untuk merekrut downline baru. Dan kemungkinan besar urutan seperti itulah yang juga Anda terapkan saat memprospek calon downline di media sosial.

Dan jika dilihat selama ini, rata-rata promosi MLM di media sosial pun berpatokan pada urutan seperti itu. Mereka mengawalinya dengan memperlihatkan kehebatan produk MLM. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai perusahaan MLM. Sementara memperkenalkan diri sendiri berada di bagian paling akhir.

Bukannya memang seharusnya seperti itu? Memangnya apa yang salah dari urutan di atas? Sebenarnya tidak ada yang salah. Pasalnya memprospek dengan urutan seperti itu pun masih bisa memberikan efek yang maksimal. Buktinya masih banyak sekali orang yang mempraktikkannya.

Tetapi apakah cara promosi MLM dengan urutan tersebut efektif untuk Anda?  Jika sampai saat ini Anda masih merasa kesulitan merekrut downline baru, berarti strategi ini kurang cocok untuk diri Anda. Nan, kenapa tidak mencoba strategi lain saat memprospek dengan media sosial?

Cara Memprospek melalui Media Sosial

Banyak sekali pilihan media sosial yang bisa Anda pilih. Mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, hingga WhatsApp. Meskipun demikian Anda harus tepat dalam memilih setrategi saat memprospek. Ingat, media sosial tadi hanyalah sebagai medianya saja. Jika memang seperti itu, apa yang harus dilakukan?

1. Merubah Pola Perekrutan Urutan

Merekrut downline lewat media sosial memang gampang-gampang susah. Buktinya dengan pola yang sama terkadang secara hasil bisa berbeda. Jika Anda termasuk orang yang termasuk mengalaminya, coba tinggalkan pola perekrutan dengan urutan Produk > Perusahaan > Diri Sendiri. Coba ubah urutannya menjadi Diri Sendiri > Produk > Perusahaan.

Pernahkah terlintas di pikiran Anda jika para downline Anda memutuskan bergabung bukan karena produk maupun perusahaan MLM. Tetapi sebenarnya mereka ini memilih bergabung karena pengaruh diri Anda. Istilahnya people follow people.

Sekarang apakah pemikiran seperti itu pernah terpikirkan? Rata-rata jawabannya tidak. Pasalnya orang lebih suka mempraktikkan strategi yang sudah diberikan oleh leader-nya atau teks books. Persepsi seperti inilah yang harus mulai Anda hilangkan.

2. Inovasi dan Kreativitas adalah Kuncinya

Ingat inovasi dan kreativitas adalah kunci keberhasilan dalam melakukan hal apapun. Termasuk pada saat Anda memprospek dengan media sosial. Dan salah satu bentuk inovasi adalah dengan cara merubah pola perekrutan downline yang selama ini Anda lakukan.

Dibanding Anda langsung memperkenalkan produk maupun perusahaan MLM, kenapa Anda tidak memperkenalkan diri Anda terlebih dahulu. Perkenalkan seperti apa diri Anda pada bisnis MLM tersebut.

Tanpa Anda sadari justru hal semacam inilah yang lebih bisa membuat para calon downline merasa tertarik. Apalagi selama ini bisnis MLM cenderung memiliki image yang kurang baik di mata masyarakat.

3. Yakinkan para Downline

Hal penting lain yang harus Anda ingat adalah tujuan utama Anda memprospek dengan memanfaatkan media sosial. Apalagi jika bukan ingin merekrut downline baru. Bukan jualan produk MLM. Artinya goal yang harus Anda capai adalah bisa merekrut downline sebanyak-banyaknya melalui media sosial.

Nah, dalam hal ini Anda bisa menceritakan alasan kenapa Anda memilih bisnis MLM tersebut. Apa saja keuntungan yang sudah Anda dapatkan setelah bergabung di bisnis MLM tersebut. Tetapi hal utama yang harus Anda ingat adalah yakinkan para calon downline bahwa Anda akan terus membantu mereka untuk sukses juga di bisnis MLM yang Anda jalani ini.

Kenapa ini menjadi sangat penting? Soalnya banyak yang merasa ditinggalkan setelah Ia berhasil direkrut menjadi downline. Banyak yang merasa jika Ia hanya dimanfaatkan saja. Hal seperti inilah yang terkadang membuat banyak orang yang kurang tertarik dengan bisnis MLM.

Tetapi berbeda jika Anda bisa meyakinkan prospek Anda. Downline Anda merasa yakin jika Anda bisa membantu mereka untuk sukses di bisnis MLM seperti Anda sekarang ini. Mereka merasa yakin jika Anda bisa menuntun dan membimbing mereka untuk sukses. Mereka pun merasa yakin jika Anda bisa memimpin mereka dan mengajarkan untuk sukses membangun bisnis MLM seperti Anda.

Nah, jika kondisi seperti ini sudah terjadi, maka produk maupun perusahaan MLM menjadi tidak penting lagi. Mengapa bisa seperti itu? Pasalnya calon downline sudah menaruh kepercayaan 100% kepada diri Anda.

Dan ternyata cara di atas inilah yang selama ini sering digunakan leader untuk membangun bisnis MLM secara online. Banyak leader yang justru tidak pernah memperkenalkan produk-produk MLM nya. Banyak leader yang justru tidak pernah memperkenalkan perusahan MLM nya.

Justru yang dibawanya saat memprospek lewat media sosial misalnya hanyalah dirinya sendiri. Mereka mencoba meyakinkan kepada para calon downline tentang seberapa jauh bisa membantu downline untuk sukses di bisnis MLM ini.

Nah setelah Anda bisa mencapai titik ini, apapun jenis media sosial yang Anda pilih untuk memprospek pasti akan efektif dan maksimal. Berbeda jika Anda hanya mencoba menawarkan produk-produk MLM saja. Kemungkinan besar para calon downline ini hanya tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

Itu pun jika secara kebetulan mereka memang sedang membutuhkan produk tersebut. Nah, jika memang seperti ini yang terjadi, apa bedanya dengan Anda berdagang melalui media sosial? Ingat, target utama Anda menggunakan media sosial adalah agar para calon downline ini mau bergabung dengan bisnis MLM Anda.

Mendapatkan downline lewat media sosial memang cukup efektif. Namun strategi yang dipilihpun harus tepat. Barulah memprospek dengan media sosial bisa lebih efektif dan hasilnya pun akan sangat maksimal.

author
No Response

Leave a reply "Cara Memprospek dengan Media Sosial untuk Merekrut Downline Baru"