Ciri-ciri bisnis MLM yang Wajib Anda Ikuti Agar Tidak Terjebak Money Game

Multi level marketing atau yang lebih kerap disebut MLM merupakan salah satu model bisnis menggiurkan yang beberapa tahun belakangan ini banyak dipilih orang kita dalam mencari pundi-pundi uang. Memang, MLM banyak menawarkan keindahan profit yang bukan main. Namun benarkah seperti itu? Benar. Memang ada beberapa bisnis MLM yang menawarkan reward atau bahkan keuntungan yang tidak main-main ketika kita berhasil mencapai level atau tingkatan tertentu dalam skema bisnis MLM yang dijalankan.

Berbicara soal bisnis MLM memang tidak ada habisnya. Sempat beberapa tahun lalu ramai pemberitaan mengabarkan bahwa tidak sedikit bisnis MLM yang mengalami kebangkrutan atau kasus penggelapan yang kerap disebut dengan money game. Bagi anda yang belum mengetahui, menurut Fatwa MUI, money game merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut kegiatan pengumpulan uang, atau penggandaan yang didapat dari proses perekrutan anggota baru dan bukan penjualan produk, jika ada produk pun, produk tersebut hanya sebagai kamuflase.

Money game atau permainan uang ini kegiatannya memang berfokus pada perekrutan anggota baru yang bertujuan untuk menutup investasi dari anggota lama yang tentunya, agar dapat mendapatkan kembali investasi yang ada anggota baru juga haarus mencari lagi anggota baru lainnya agar bisnis dapat terus berjalan. Money game ini berbeda dengan skema bisnis MLM, apa saja bedanya, dan bagaimana ciri-ciri bisnis MLM yang wajib anda ikuti agar tidak terjebak money game, berikut ulasannya:

1. MLM menggunakan skema Ponzi? Wajib diwaspadai

Model bisnis MLM dan yang diterapkan terduga money game berbeda. Jika anda menemukan atau mendengar bahwa bisnis yang anda sedang akan tekuni ini berskema Ponzi, atau Skema Charles Ponzi, anda wajib berhati-hati. Mengapa? Tidak sedikit money game atau investasi bodong dan sejenisnya itu menggunakan skema model ini. Perlu diketahui bahwa skema Ponzi ini lebih mengedepankan rekruitmen anggota baru, untuk menutup investasi yang sudah diberikan anggota lama.

Anda mungkin akan tergiur dengan potensi keuntungan per rekruitmen anggota baru yang biasanya tidak sedikit jumlahnya, namun perlu diketahui bahwa hal tersebut hanyalah tipu-tipu semata. Keuntungan yang akan anda dapatkan tidak ada sama sekali jika bisnis MLM tersebut memang menjual produk. Dengan menggunakan skema ponzi, anda berarti akan terus dikejar target bagaimana merekrut anggota baru agar mendapat keuntungan dari dana iuran yang ditarik, dan bukannya berjualan produk.

2. MLM sudah terdaftar di APLI

Ada satu ciri mudah yang dapat anda gunakan untuk membedakan mana MLM betulan mana yang abal-abal atau sekadar money game, yakni apakah MLM tersebut sudah terdaftar di APLI? APLI atau Asosiasi penjualan langsung Indonesia merupakan wadah atau perkumpulan perusahaan legal yang ada di Indonesia. Jika bisnis MLM yang akan atau sedang anda jalankan ini tergabung dalam APLI, berarti bisnis tersebut diakui oleh pemerintah dan legal. MLM yang sudah terdaftar di APLI juga biasanya menawarkan pelatihan-pelatihan untuk para anggota baru. Nah berbeda dengan money game yang “lepas tangan” dengan anggota barunya, yang penting mah uang iuran pendaftaran anggota sudah masuk kantong, anggota baru dibiarkan “kosong”.

3. MLM biasanya tidak meminta anggota baru untuk menginvestasikan modal yang cukup besar di awal

Perlu menjadi perhatian, satu lagi ciri bisnis MLM yang wajib anda ikuti agar tidak terjebak money game yakni MLM biasanya hanya menarik sedikit biaya untuk pendaftaran anggota baru atau sebagai “ganti” buku panduan dan lain sebagainya yang memang dibutuhkan. Sangat jarang MLM Meminta anda untuk “menginvestasikan” sejumlah besar uang di awal tanpa ada rincian yang jelas. Tolak saja tawaran bergabung MLM yang meminta anda uang dalam jumlah besar di awal, tanpa ada kejelasan bentuk investasi yang dimaksud. Jika investasi tersebut diwujudkan dalam bentuk produk, anda juga perlu menanyakan apakah perusahaan mau membeli kembali produk yang tidak terdistribusi/tidak laku? MLM yang legal atau sah biasanya akan menawarkan pembelian kembali dengan setidaknya 80% dari jumlah yang telah anda bayarkan.

Nah itu tadi beberapa ciri-ciri bisnis MLM yang wajib anda ikuti agar tidak terjebak dalam money game. Sebagai pemain baru dan pemain lama dalam bisnis MLM, kita memang wajib hukumnya untuk selalu waspada, apapun kondisinya. Semoga artikel ini dapat membantu ya!

author
No Response

Leave a reply "Ciri-ciri bisnis MLM yang Wajib Anda Ikuti Agar Tidak Terjebak Money Game"