bisnis joybiz

5 Tips merekrut calon member baru di bisnis MLM

Pengertian Dari Bisnis MLM

MLM merupakan kata yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Sudah sejak lama kita mengenal kata MLM tersebut. Sebatas yang kita tahu MLM adalah salah satu dari berbagai macam bidang bisnis yang terdapat di Indonesia.

Bisnis MLM ini bukanlah merupakan bisnis seperti pada umumnya meskipun orientasinya tetap sama, yakni menjual sebuah barang.

Yang membedakan bisnis MLM ini dengan bisnis lainnya adalah bahwa di dalam hal menjual sebuah produk, bisnis MLM akan membutuhkan lebih dari satu pihak untuk menjalankan bisnisnya,

Sesuai dengan namanya, MLM atau Multi Level Marketing. Ada beberapa pihak yang saling bekerja sama yang didasarkan pada banyak level atau tingkatan atau jenjang dalam proses pemasaran produk atau barang.

Pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis MLM banyak sekali, antara lain seperti pihak yang disebut dengan “upline” dan pihak yang kerap dinamai dengan “downline”.

Berbagai pihak yang ada di dalam bisnis MLM ini biasanya disebut dengan nama anggota atau “member”. Mereka inilah sebetulnya yang menjadi kunci sukses dari berhasil tidaknya dari sebuah perusahaan.

Perusahaan yang menggunakan sistem MLM untuk menjalankan bisnisnya akan memperoleh keuntungan yang semakin besar jika kedua pihak ini, yaitu upline dan downline bisa memasarkan produk dalam jumlah yang banyak. Karena mereka inilah yang sebenarnya merupakan tenaga penjual langsung dari perusahaan yang bersangkutan.

Member Yang Ada Pada Bisnis MLM   

Pada pembahasan sebelumnya kita sudah mengulas sedikit banyak tentang apa itu pengertian dari bisnis MLM. Dan juga membahas tentang adanya member yang menjadi tulang punggung kesuksesan suatu perusahaan.

Sebuah bisnis MLM bisa dikatakan sukses jika memiliki banyak jaringan. Yang dimaksud dengan jaringan di sini adalah member tadi, berkaitan dengan jumlah member.

Dengan semakin banyak member yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang menjalankan bisnis MLM maka akan semakin banyak pula produk dari perusahaan yang bersangkutan yang bisa terjual.

Member yang ada di dalam bisnis MLM biasanya dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah yang bertindak selaku promotor, yang sering disebut juga dengan nama upline.

Bagian satunya lagi yang berlaku sebagai bawahannya, yang dinamakan dengan downline. Member yang menjadi downline ini dicari kemudian didaftarkan oleh member uplinenya.

Member yang tergabung di dalam suatu bisnis MLM akan mendapatkan beberapa keuntungan. Di antaranya berbagai macam bonus seperti bonus prestasi, bonus perkembangan dan bonus  eceran.

Di samping memperoleh bonus, perusahaan juga akan memberikan kepada member-membernya beberapa insentive serta potongan harga.

Member yang ingin mendapatkan penghasilan yang banyak harus berusaha dan bekerja lebih ekstra lagi. Mereka harus lebih banyak menjual produk-produk perusahaan kepada konsumen.

Kerja sama yang baik antara sesama mitra kerja, antara member upline dengan member downline harus selalu ditingkatkan.

Lima Tips Yang Paling Ampuh Dalam Merekrut Member Baru MLM

Supaya bisnis MLM yang dijalankan bisa berhasil, sudah pasti dibutuhkan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan antara pihak perusahaan dengan para distributornya, dalam hal ini para promotor atau uplinenya.

Jika ingin memperoleh keuntungan yang banyak maka seorang upline harus bisa mengumpulkan banyak member atau yang sering juga disebut dengan nama downline. Hal ini disebabkan karena perusahaan akan memberikan point tambahan kepada kita selaku pihak promotor yang mencari serta membawanya apabila downline kita tersebut bisa menjual produk perusahaan dalam jumlah yang lebih, di atas target.

Ada lima tips merekrut calon member baru di bisnis MLM. Lima tips tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pihak upline harus bisa tampil dengan penuh percaya diri dalam hal memperkenalkan produk perusahaan kepada calon member.
  2. Pihak upline harus memilih calon member yang memiliki kemauan yang sangat kuat untuk berusaha, untuk bekerja, yang begitu tertarik untuk ke dunia bisnis.
  3. Pihak upline harus dapat membangun keterbukaan dan juga kepercayaan dengan calon member dari awal.
  4. Pihak upline harus menyampaikan secara terperinci tentang sistem kerja, produk dan cara pemasaran yang baik dan benar.
  5. Pihak upline harus bisa menjalin komunikasi yang santai dengan calon member.
Joybiz Indonesia
author
No Response

Leave a reply "5 Tips merekrut calon member baru di bisnis MLM"