bisnis joybiz

Waralaba, Bentuk MLM Baru?

No comment 97 views

peluang bisnis waralaba

Bisnis MLM terbaru mulai berkembang di Indonesia pada sekitar tahun 2000 an. Padahal, jauh sebelum itu, sistem pemasaran seperti ini sudah diperkenalkan di Amerika pada tahun 1920 an. Di negara Indonesia sendiri, bisnis semacam ini awalnya memiliki pasar kelas menengah keatas. Bukan tanpa sebab tentunya. Hal ini  dikarenakan pada waktu itu, hanya ada beberapa brand atau merk dagang saja yang menggunakan cara kerja sistem pemasaran bertingkat ini.

 

Namun beberapa tahun yang lalu, gairah bisnis ini mulai melesu. Adanya beberapa rumor tentang penipuan, menjadi salah satu alasan nya. Untuk melindungi hak konsumen, pemerintah kemudian menerbitkan undang-undang yang mengatur tentang tata cara perdagangan dengan sistem MLM. Hal ini tentu berdampak baik pada bisnis yang terkenal dengan pola piramida nya ini. Terbukti, saat ini sistem pemasaran secara langsung, dari distributor kepada konsumen, seperti yang dilakukan oleh para sales MLM, mulai bermunculan kembali.

 

Dalam Bisnis MLM, ada beberapa istilah yang tak asing lagi. Yakni, upline atau promotor dan downline atau bawahan.  Nah, salah satu tugas upline adalah untuk merekrut orang baru agar bersedia menjadi downline. Rahasia untuk dapat merekrut anggota baru adalah pantang menyerah. Ya, Penolakan akan selalu membayangi para sales MLM. Bagi yang tak memiliki jiwa pantang menyerah, maka ia tak akan berrhasil naik level menuju Upline.

 

Waralaba, Bisnis MLM Terbaru?

Waralaba adalah pemberian hak jual barang atau jasa kepada pihak yang diberi ijin (pengwaralaba/ franchisor) dalam jangka waktu tertentu, dengan segala tata cara dan aturan yang telah disepakati bersama. Tujuannya adalah untuk mendistribusikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen terakhir.  Sedangkan MLM atau Pemasaran berjenjang memiliki arti yang hampir sama, hanya saja dalam MLM penghasilan yang diperoleh tak hanya dari omset penjualan produknya saja ,namun juga dari penambahan anggota baru.

 

Sebetulnnya kedua jenis bisnis tersebut, baik waralaba dan MLM, memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Persamaannya yaitu, pertama,  sama-sama menjual produk untuk memperoleh keuntungan. Yang kedua, baik waralaba dan MLM sama-sama menduplikasi upline nya dalam tata laksana bisnisnya. Sebagai contoh, waralaba, baik penataan tempat, barang yang dijual, hingga tiap detilnya pasti sama antara waralaba dan pengwaralaba. Begitu pula untuk MLM.

 

Sedangkan perbedaannya, jika waralaba membutuhkan modal yang sangat besar untuk memulai usaha, tidak dengan MLM yang hanya butuh ratusan bahkan puluhan ribu saja untuk menjadi anggota dan kemudian menjalankan bisnisnya. Lalu, jika waralaba fokus pada omset penjualan produk. Lebih dari itu, MLM selain akan mendapat pemasukan dari penjualan produk, juga akan ada tambahan rupiah jika berhasil menambah anggota baru sebagai downline.

 

Menggaet  Prospek Baru dengan Metode Tatap Muka

Cara ini terbilang sangat konvensional. Namun begitu, sebaiknya jangan diremehkan. Ya, sales promosi  jaman dahulu menggunakan cara ini kala melakukan prospek calon anggota baru. Hal pertama yang dilakukan adalah mendata calon downline.

 

Targetnya bisa dimulai dari orang-orang terdekat. Misalnya, keluarga, teman atau rekan kerja. Kemudian dilakukan petemuan untuk memperkenalkan sebuah produk. Nah, saat ini lah waktu yang sangat tepat untuk bermanuver. Lakukan review produk dengan sebaik mungkin. Paparkan dengan jelas tentang keunggulan produk, hingga keuntungan yang dapat diperoleh jika si calon downline tersebut bersedia bergabung.

 

Pada dasarnya, cara kerja dalam pemasaran berjenjan atau MLM tak jauh beda dengan aktifitas jual beli pada umumnya, yakni untuk menjual suatu produk dengan tujuan memperoleh laba. Namun, MLM menjanjikan hasil lebih maksimal karena adanya kerjasama tim didalamnya. Tim yang solid antara Upline dan Downline, dapat memberikan hasil yang besar. Tak hanya omset dari penjualan prduk saja, namun juga bonus dari perekrutan anggota baru. Upline yang baik tak sungkan untuk terus memberi dukungan, semangat, ilmu dan pembinaan kepada downline nya untuk dapat melahirkan downline-downline baru.

 

Memanfaatkan Media Sosial Untuk Menembus Pasar Nasional

Bisnis MLM terbaru muncul dengan berbagai bentuk. Jika dahulu, MLM hanya diotorisasi oleh produk dengan nama (brand) tertentu, saat ini ternyata ada banyak sekali industri kreatif yang menggunakan sistem dagang semacam MLM.  Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, segala sesuatu dapat diperdagangkan secara luas. Misal, untuk ranah fashion, sekarang sudah banyak sekali usaha konveksi rumahan yang berhasil sukses dengan melakukan pemasaran via Media sosial. Dari sana mulai terjaring para Reseller, sehingga produknya bisa sampai ke penjuru daerah.

 

Selain itu, sekarang dunia maya juga sudah dibanjiri dengan digital marketing.  Iklan-iklan yang kesannya hanya sekedar ‘numpang lewat’ ternyata mampu menggelitik pengguna dunia maya untuk sekedar meng_klik_nya.

 

Belum lagi dengan adanya E-commerce, atau perdagangan elektronik. Cara memasarkan produk via E-commerce terbukti mnjur untuk menaikkan omset. Begitu kuatnya pengaruh teknologi saat ini, hingga rasanya proses jual beli kini menjadi jauh lebih mudah. Tak ada tatap muka. Just click, what you need!

 

Nah, untuk memulai bisnis MLM terbaru Anda bisa mulai dari yang terkecil. Mulailah dari yang terdekat. Memberikan pilihan kepada konsumen, apakah mau langsung menjadi anggota atau downline, ataukah ingin mencoba dulu sebagai user/pemakai produk.

Joybiz Indonesia
author
No Response

Leave a reply "Waralaba, Bentuk MLM Baru?"