bisnis joybiz

Cara Membangun Bisnis MLM dengan cara yang SMART

membangun mlm dengan smart

Cara kerja MLM atau Multi level Marketing sebenarnya tak jauh dari jual beli produk.  Namun, ada beberapa hal yang membedakan antara MLM dan Jual-Beli biasa. Sebelumnya, Ada baiknya untuk mengenal Bisnis Multi Level marketing atau MLM terlebih dahulu. Multi Level Marketing atau MLM adalah jenis usaha jual beli barang atau poduk dengan sistem pemasaran berjenjang. Dalam bisnis MLM tak ada istilah bos dan karyawan, melainkan upline dan downline. Upline disini adalah promotor atau sponsor. Sedangkan downline adalah yang disponsori atau bawahan. Untuk lebih mudahnya,bisnis MLM bisa juga dikatakan sebagai bisnis yang berbasis kemitraan.

Perekrutan mitra dilakukan dengan berbagai cara. Secara konvensional, calon mitra akan ditemui untuk ditunjukkan atau di presentasikan mengenai produk MLM. Kemudian adapula secara modern. Para distributor resmi memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menggaet calon mitra melalui media sosial atau iklan. Meskipun sempat layu beberapa tahun yang lalu, namun saat ini bisnis multi level marketing mulai bermunculan kembali. Bahkan  untuk menjadi anggotanya sudah tak dikenakan biaya yang mahal, berbeda jauh dengan beberapa tahun yang lalu. Sekarang semua jadi serba mudah dan murah!

Kerja Sama Tim Untuk Memperluas Jaringan

Bisnis jaringan tak dapat berkembang sendiri. Ia membutuhkan banyak rekan kerja untuk mengepakkan sayap. Dalam bidang usaha ini, antara upline dan downline harus saling mendukung. Keberhasilan downline bisa melipatgandakan kesuksesan uplinenya, sebaliknya, downline yang macet pun akan menghambat karir upline.Namun demikan, bukan berarti downline tak mungkin dapat menyamai posisi upline. Jika ada downline aktif dan efektif melakukan pemasaran, bukan tidak mungkin karirnya bisa menyamai atau malah mengungguli upline nya. Itulah MLM. Tak hanya kerja keras yang dibutuhkan, namun juga kerja cerdas.

Upline memiliki tugas penting dalam terus membina downline. dalam pelaksanaannya, satu upline bisa memiliki banyak downline. misal, upline 1 memiliki 5 downline. mari kita tandai dengan D1, D2, D3, D4, dan D5. Kemudian tiap downline melakukan prospecting, kemudian salah satunya ( misal D1) dapat menjaring  5 anggota baru untuk dijadikan downline. sehingga D1 naik menjadi upline dan mebawahi (mensponsori) D11, D12, D13,D14, D15.

Bagaimana dengan upline dari D1? Masih menjadi upline. Namun belum naik level. Untuk naik ke level berikutnya, ia harus terus membina downline nya agar dapat  segera membentuk jaringan baru. Maka tak heran, jika banyak sekali upline yang rela terjun langsung ke lapangan untuk membantu downline nya memperoleh anggota baru.

Itulah mengapa, untuk menjalankan bisnis ini dibutuhkan tim yang sangat solid. Saat downline baru bergabung menjadi mitra, tak ada pengetahuan sama sekali. Seiring berjalannya waktu, upline terus membimbing cara memasarkan produk, tips untuk menarik minat calon mitra, dan terus memberi dukungan.

Income Dari Omset Penjualan dan Komisi

Selain kerja tim berbasis kemitraan, bisnis jaringan juga memberikan hasil tak hanya dari omset penjualan produk saja. Harga yang diberikan kepada member sudah berbeda beberapa persen jika dibanding dengan harga yang ditujukan kepada non member. Sehingga, jika produk dijual kepada yang non member, agen MLM sudah mendapatkan laba dari hasil penjualan. Selain itu ada pula komisi penjualan, jika member atau agen berhasil menjual sejumlah produk. Disamping itu pula, masih ada lagi pendapatan yang diperoleh jika member atau agen berhasil menarik anggota baru.

 

Pasive Income Tidak Sama dengan Diam Saja

Jika pada banyak Multi Level Marketing selalu menjanjikan passive income bagi anggotanya, kemudian bayangan umumnya adalah passive income berarti tinggal duduk-duduk saja, minum kopi dirumah dan dengan sendirinya saldo direkening Anda akan penuh.  Bukan sama sekali. Untuk mencapai  posisi, dimana member MLM dapat menikmati passive income, ia harus berjuang keras membentuk jaringan. Tak hanya itu, jaringan yang sudah dibentuk tadi masih harus terus dibina. Seperti bayi yang baru lahir, downline juga akan diurusi sedemikian rupa, hingga besar dan mampu berjalan sendiri.

Jadi, passive income sesungguhnya adalah semacam tabungan komisi, yang dinikmati di akhir. Tapi apakah itu sudah cukup? Tentu tidak. Upline bahkan leader masih akan terus memasarkan produk keseluruh daerah. Selain itu, juga masih terus membimbing, mengadakan pelatihan dan seminar kepada semua jaringan. Biasanya, yang dilakukan dalam benuk memberi motivasi, berbagi cerita dan impian untuk mencapai tujuan.

Pada dasarnya bisnis MLM atau Bisnis Jaringan cukup menjanjikan.  Namun, jika Anda baru ingin memulai, maka yang pertama harus dilakukan adalah periksa sebelum menerima. Bisnis Multi Level Marketing berada dibawah payung APLI atau Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Jika ada tawaran untuk bergabung dalam bisnis MLM, maka perusahaan MLM tersebut dapat ditelusuri keabsahannya di lembaga tersebut.

Cara kerja bisnis MLM yang terdaftar dalam APLI sangat profesional. Mereka memiliki rencana pemasaran yang jelas. Setiap member atau anggota atau agen distributor resmi dari produk  Multi Level Marketing tersebut akan dibekali oleh training kit berupa buku atau CD atau soft copy. Selain itu pasti akan diadakan pelatihan khusus secara rutin untuk para member. Beberapa mengatakan hal ini merupakan support system. Biasanya acara nya diisi dengan berbagi pengalaman.

Jadi bangunlah MLM yang memiliki legalitas lengkap agar anda bisa nyaman dalam membangun team jangka panjang

Joybiz Indonesia
author
No Response

Leave a reply "Cara Membangun Bisnis MLM dengan cara yang SMART"