bisnis joybiz

Menjalankan Bisnis MLM Dengan Fokus Memperluas Jaringan

Bisnis MLM atau Multi Level Marketing merupakan salah satu ruang usaha yang sudah mulai dikenal kurang lebih sejak tahun 1920.  Dengan sistem kerja kelompok, MLM menjaring anggota baru untuk memperluas jaringan suatu produk tertentu.  Seperti bangunan piramida, puncak nya disebut Upline (promotor), sedangkan anggota-anggota dibawahnya dinamai Downline (bawahan). Nah, tugas utama dari seorang Up Line adalah memperbanyak anggota baru atau Down line, selain juga mempromosikan Produk, tentunya.

Pada dasarnya, cara kerja MLM tak jauh beda dengan penjualan produk-produk lainnya. Sama-sama menjual produk untuk mendapatkan laba, mencari konsumen sebanyak-banyaknya  dan memperluas pasar. Namun, dalam sistem MLM ditambah dengan adanya keanggotaan, dimana anggota nya memiliki harga jual tertentu dimana sekian persen dari harga barang tersebut merupakan komisi untuk sales/distributornya.

Semakin banyak jaringan atau Downline yang direkrut, tentu komisi pun akan semakin banyak.  Tak hanya itu, beberapa bahkan memberi batas harga minimal jika ingin menjadi anggota, atau memasang target penjualan. Namun, adapula yang hanya sekedar membeli serangkaian produk dan menggunakannya secara rutin, maka secara otomatis sudah terdaftar sebagai anggota atau Downline.

 

Kelebihan Bisnis MLM

Sejauh ini, ada banyak sekali bidang usaha, utamanya pada industri kreatif yang terus berkembang. Hal ini tak bisa dipisahkan dengan kemajuan teknologi. Salah satu usaha yang bisa dibilang menjanjikan keuntungan adalah Bisnis MLM atau Multi Level marketing.

Dalam bidang ini, Anda tak terikat ruang dan waktu dalam menjalankan bisnis. Anda hanya perlu memperbanyak koneksi demi memasarkan produk dan terus menarik anggota baru. Meski demikian, bukan mudah untuk membangun jaringan yang kokoh. Namun,beberapa keuntungan berikut ini, mungkin dapat memberi nilai lebih pada Bisnis MLM.

  1. Harga khusus untuk Anggota
  2. Komisi yang menggiurkan untuk setiap penjualan produk dan perekrutan Anggota baru
  3. Bonus-bonus diluar komisi jika dapat menutup target penjualan
  4. Kesempatan menjadi Leader, dan memperluas jaringan
  5. Bertemu dengan komunitas baru dengan visi dan misi yang sama

 

Cara Jitu Memperluas Jaringan

Untuk memperluas jaringan dalam bisnis MLM, ada beberapa trik yang bisa dilakukan. Pertama, Gunakan produknya, jangan hanya sebagai sales (penjual) atau Distributornya saja. Pastikan bahwa produk tersebut berkualitas. Selain itu, Pengguna produk tentu akan lebih gamblang dalam mereview sebuah produk. Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan konsumen. Untuk merekrut jaringan baru atau Downline, Upline harus jeli melirik targetnya. Pilih seseorang yang membutuhkan produk tersebut. Bagi yang sedang mebutuhkan, tentu harga tidak akan menjadi masalah bukan?

Ketiga, Bisnis MLM membutuhkan kerja keras dan keuletan. Seperti Piramida, seperti itulah jaringan Multi Level Marketing di ibaratkan. Semakin kebawah, semakin lebar jaringan yang dibentuk. Semakin banyak yang berminat menjadi Downline, maka karir Upline akan semakin memuncak. Untuk meyakinkan orang lain agar mau menjadi anggota baru atau Downline, maka Upline harus sabar, telaten, dan pantang menyerah dalam mereview produk dan menggambarkan keuntungan yang akan diraup oleh Downline.

Keempat, Kerja sama. Upline dan Downline perlu bekerja sama dalam usaha memperluas jaringan. Selain demi jenjang karir masing-masing, juga untuk terus melahirkan anggota-anggota baru. Keberlangsungan suatu produk terletak pada kemampuan Sales dalam memasarkannya. Tentu saja, selain pada kualitas dan harga saing dari produk itu sendiri. Jadi, bisa dikatakan,  baik Upline maupun Downline memiliki peran yang sama pada sebuah produk MLM.  Yakni sebagai motornya.

Yang  terakhir, adalah menyatukan tujuan dan impian. Kerja keras, tujuan dan impian rasanya sperti trilogi yang tak dapat di pisahkan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal diperlukan kerja keras. Pun demikian jika ingin meraih apa yang sudah lama di impikan.

Begitupun dalam bisnis MLM, untuk meraih target tertentu diperlukah usaha yang tak sedikit. Dan setiap anggota yang dapat mencapai target yang sudah di tentukan, maka itu artinya mereka telah melewati level tertentu. Dan tiap level memiliki bonus tersendiri. Semakin tinggi level yang diraih, semakin besar pula bonus yang diperoleh. Tugas leader atau Upline atau promotor adalah terus membimbing para anggota atau downline nya, untuk terus aktif mengembangkan bisnis.

 

Jangan Salah Menjatuhkan Pilihan

Dalam perkembangannya, Bisnis MLM pun sempat lesu akibat beberapa hal. Salah satunya adalah kritik dari beberapa pihak yang menganggap Multi Level Marketing tak jauh dari penipuan. Atau, hanya memanfaatkan Downline (bawahan) sebagai tonggak perjuangan, sedangkan hasil maksimalnya hanya dinikmati oleh para leader, dalam hal ini Upliner. Namun, beberapa produk MLM mampu menepis isu-isu itu. Sebaliknya, mereka malah semakin menjamur. Utamanya bagi Produk-produk kesehatan, kecantikan dan peralatan rumah tangga.

Nah, untuk menjatuhkan pilihan dalam berbisnis, apapun itu, tentu harus dimulai dengan ketelitian.  Telusuri terlebih dahulu, produk yang hendak dicoba. Produk yang berkualitas tentu memiliki lisensi resmi, baik dari pemerintah maupun internasional.  Selanjutnya, tak ada salahnya jika dimulai dari menjadi konsumen.  Kemudian, Anda juga perlu mengulik lebih jelas informasi detil tentang produk tersebut. Mulai dari tempat produksinya, cabang-cabang distributor resmi nya, hingga Contanct person agen-agennya. Nah, setelah yakin semua aman, baru mulaillah mencoba.

Membangun authority di bisnis MLM memang tak semanis bayangan komisinya. Namun, jika dibangun dalam jaringan yang kokoh, bukan tak mungkin, jenis usaha ini dapat di jadikan andalan.

 

 

 

Joybiz Indonesia
author
No Response

Leave a reply "Menjalankan Bisnis MLM Dengan Fokus Memperluas Jaringan"