bisnis mlm zhifam

Berbagai Mitos Dalam Bisnis MLM

No comment 319 views

Sejauh ini, memang banyak mitos yang mengiringi bisnis MLM. Setelah sempat dituduh sebagai bisnis tipu-tipu dan ‘money game’,  ternyata masih banyak lagi mitos yang berkembang tentang bisnis MLM, lho.

Seperti yang kita ketahui, mitos adalah suatu kepercayaan yang dianggap benar-benar terjadi. Padahal, pada kenyataannya, bisa jadi benar. Tapi bisa juga tidak. Lalu bagaimana dengan mitos yang ada pada MLM?

Bisnis MLM adalah yang terbaik

Pernah bertemu dengan agen MLM yang saat melakukan prospek sangat menggebu-gebu? Semangatnya memang juara. Tapi sesungguhnya yang seperti justru akan ditakuti oleh calon mitra. Ketika seorang agen mendewa-dewakan profesinya sebagai Agen MLM, kemudian sampai menganggap kecil profesi lain, saat itulah sebenarnya ia memberikan citra buruk pada perusahaan multi level marketing yang menaunginya.

Bukan tak mungkin, calon mitra yang pada walnya berminat untuk mencoba menggunakan suatu produk keluaran perusahaan MLM tertentu, malah mundur teratur, karena cara presentasi yang salah. Saat melakukan presentasi, cobalah untuk objektif. Ini akan menjaga sikap Anda. Setidaknya, agar tak ada yang merasa tersinggung. Orang yang Anda prospek tentu memiliki profesi lain. atau memeiliki kerabat dengan profesi selain MLM. Nah, hal inilah yang harus dijaga.

Pada faktanya, semua bisnis bila dijalankan dengan sistem dan cara kerja yang benar, pasti akan memberikan hasil yang baik. Dan tiap produk pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tugas seorang agen adalah untuk memberikan informasi tentang produknya, tanpa mengecilkan produk atau profesi lain. jika produk bermanfaat dan memiliki kualitas, tak perlu mengecilkan produk lain.

 

Semua Agen Multi Level Marketing PASTI Sukses

Kesuksesan adalah hak semua orang dan semua orang memiliki  kesempatan untuk sukses. Tapi, jika semua agen multi level marketing PASTI sukses, mungkin perlu di telaah kembali. Jika ada agen yang berkata demikian dalam melakukan seminar, atau prospecting,sungguh sangat disayangkan, ya.  Karena hal ini justru akan membuat calon anggota meremehkan usaha dalam melaksanakan tugas sebagai agen multi level marketing.

Kenyataanya, tak semua agen bisa bertahan dalam menjalani bisnis ini. Banyak diantaranya yang berhenti ditengah jalan, bahkan sebelum menghasilkan apapun. Bisnis jaringan membutuhkan orang tangguh dan memiliki jiwa usaha yang tinggi. Tak hanya untuk menjual produknya lho, ya. Tapi juga untuk terus membina jaringa, menambah, dan membinanya. Seperti seleksi alam yang bisa bertahan, itulah yang bisa sukses dalam menjalani bisnis MLM. Sedangkan yang tak kuat, tentu saja akan tersingkir.

Tak jarang, seorang agen rela meberikan downline gratis pada agennya, hanya untuk menambah poin. Padahal, hal ini justru akan berdampak buruk pada kualitas jaringan.

Passive income

Mitos berikutnya dalam bisnis MLM adalah tentang passive income. Bagi agen yang telah mencapai level tertentu, kemudian telah berhasil menjadi leader, dipercaya akan memperoleh passive income. Passive Income disini dinilai sebagai pendapatan yang diperoleh tiap bulannya tanpa harus melakukan apapun. Ini tentu saja tidak benar. Semakin tinggi tingkatannya, tentu tanggung jawabnya akan semakin besar. Selain terus memasarkan produk, leader juga harus terus membina jaringan agar dapat terus meluas. Bayangkan saja, jika seorang leader tak melakukan apapun.

Tak ada passive income dalam bisnis MLM. Tiap leader, setinggi apapun tingkatannya tetap memiliki tugas untuk terus memasarkan produk, bahkan ke daerah-daerah lain. agar jaringannya semakin luas, dan produknya pun semakin dikenal.

Bahkan, posisi leader dapat saja sewaktu-waktu di salip oleh downline nya. Hal ini dapat terjadi, bila downline yang aktif mambu menjaring lebih banyak anggota baru, dan memberikan omset lebih banyak pada perusahaan. Poin kan gak bisa bohong!

 

Semua Orang bisa di Prospek

Nah, ini adalah penyebab terbesar spamming. Beberapa agen sangat ceroboh, dengan melakukan promosi berlebihan dan tak terarah. Agen yang seperti ini memiliki kepercayaan bahwa semua orang dapat diprospek. Ini sungguh membawa citra buruk bagi perusahaan.

Dalam melakukan prospek, sesungguhnya kan ada aturan mainnya. Ini bukan hanya untuk efektifitas dan efisiensi proses prospecting. Akan tetapi juga untuk menjaga nama baik perusahaan. Beberapa agen melakukan spamming, dengan mengirimkan pesan yang berisi tentang produk multi level marketing, kemudian dikirim ke semua orang. Hal ini bahkan dilakukan tak hanya sekali, dua kali. Akibatnya, banyak orang merasa terganggu oleh spam-spam semacam ini.

Bisnis MLM tak hanya membutuhkan kerja keras, namun juga kerja cerdas. Sebelum melakukan prospek, ada baiknya Anda melakukan pendataan terlebih dahulu. Lebih baik lagi, jika Anda melakukan survey pada calon mitra yang akan prospek.  Hal ini, selain akan menghindari spamming, juga agar prospek anda lebih terarah.

Selain mitos dalam bisnis MLM, ada cara jitu untuk  melakukan prospek melalui media sosial yaitu buatlah akun resmi, semacam fanpage untuk bisnis MLM anda. Selain untuk memasarkan produk MLM Anda, juga untuk memperluas jaringan. Laman yang berisi banyak informasi ringan tentan kehidupan sehari-hari, beserta tips dan trik nya, akan banyak pengunjungnya, lho. Ini kesempatan baik bukan? Berbagi ilmu bermanfaat, sambil presentasi produk. Gunakan lah kalimat sederhana dan ringan. Agar lebih menarik minat calon mitra, sertakan pula foto-foto atau gambar-gambar tentang produk unggulan.

 

 

 

bisnis mlm zhifam
author
No Response

Leave a reply "Berbagai Mitos Dalam Bisnis MLM"